Cara Kerja Sistem Injeksi Bensin

  • Bagikan

Sahabat-Otomotif.Com – Secara tradisional, campuran bahan bakar/udara menuju mesin dikendalikan oleh karburator (sistem pengkabutan sedot) sebuah instrumen yang sama sekali tidak sempurna.

Kerugian utamanya adalah bahwa karburator tunggal yang memasok mesin empat silinder tidak dapat memberikan campuran bahan bakar/udara yang persis sama untuk setiap silinder karena beberapa silinder lebih jauh dari karburator daripada yang lain. *Kasus di mobil.

Salah satu solusinya adalah memasang karburator kembar, tetapi ini sulit untuk disetel dengan benar. Tantangan yang sama di ninja 250 karburator.

Sebaliknya, banyak mobil sekarang dilengkapi dengan injeksi (sistem pengkabutan dipompa lalu disuntik). Hasilnya, bahan bakar dikirim dalam semburan yang tepat. Mesin yang diperlengkapi seperti itu biasanya lebih efisien dan lebih bertenaga daripada yang menggunakan karburator, dan juga bisa lebih ekonomis, serta memiliki emisi yang lebih sedikit beracun .

Sistem injeksi bahan bakar pada mobil/motor bermesin bensin rata-rata disemprotkan secara tidak langsung (indirect). Bensin disuntikkan ke manifold inlet atau port inlet dibanding langsung ke ruang bakar. Ini memastikan bahwa bahan bakar tercampur dengan baik dengan udara sebelum memasuki ruang bakar.

*Tapi ada lho yang suntikannya langsung di ruang bakar. Biasanya mobil sport sampai hypercar. Cuma sistem itu harganya mahal. VW dan Audi yang masih satu grup sering pakai. Pabrikan yang sering bikin adalah Bosch dan Mahle. Admin juga kepingin merasakan performa mesin dengan sistem tersebut.

Selain itu mesin diesel modern sudah pakai direct injection. Cuma ini tidak istimewa, banyak di mobil-mobil diesel murah juga sudah direct injection.

Pasalnya, bahan bakarnya beda, dia pakai solar, lebih mudah dikontrol pembakarannya. Karena itu injeksi langsung di diesel adalah hal biasa. Jadi prosesnya solar disuntikkan langsung ke dalam silinder yang diisi dengan udara terkompresi.

Diesel agak tua atau yang sederhana seperti traktor menggunakan injeksi tidak langsung di mana bahan bakar diesel disuntikkan ke dalam ruang pra-pembakaran (pre chamber) berbentuk khusus yang memiliki saluran sempit yang menghubungkannya ke kepala silinder.

Hanya udara yang disedot ke dalam silinder melui throttle gas. Kemudian mereka (udara dan solar) bertemu di dalam ruang bakar, mereka dipanaskan begitu dahsyat oleh lelaku kompresi sehingga bahan bakar yang dikabutkan yang disuntikkan pada akhir langkah kompresi menyala sendiri. *Tanpa lecutan api listrik busi.

Kembali ke Mesin Bensin. Dasarnya, semua sistem injeksi bensin modern menggunakan injeksi tidak langsung. Sebuah pompa khusus mengirimkan bahan bakar di bawah tekanan dari tangki bahan bakar ke ruang mesin di mana, masih di bawah tekanan, itu didistribusikan secara individual ke setiap silinder.

Pompa injeksi tekanan rendah, umum di motor Indonesia. Jadi jika ingin bertenaga dan ngebut, tirulah dunia otomotif Thailand yang menggunakan pompa tekanan tinggi.

Tergantung pada sistem tertentu, bahan bakar ditembakkan ke manifold inlet atau port inlet melalui injektor. Ini bekerja seperti nozzle semprotan selang, memastikan bahwa bahan bakar keluar sebagai kabut halus. Bahan bakar bercampur dengan udara yang melewati inlet manifold atau port dan campuran bahan bakar/udara masuk ke ruang bakar.

Beberapa mobil memiliki injeksi bahan bakar multi-titik di mana setiap silinder diumpankan oleh injektornya sendiri. Ini rumit dan bisa mahal. Lebih umum untuk memiliki injeksi satu titik di mana satu injektor memberi makan semua silinder, atau memiliki satu injektor untuk setiap dua silinder.

Kepala injektor dipasang dengan baut ke intake (leher manipol) atau throttle body (gas), posisi miring sehingga semprotan bahan bakar ditembakkan tepat ke arah katup inlet.

Injektor ada dua jenis, tergantung pada sistem injeksi. Sistem pertama, menggunakan injeksi terus menerus dimana bahan bakar disemprotkan ke port inlet sepanjang mesin berjalan. Injektor hanya bertindak sebagai nosel semprot untuk memecah bahan bakar menjadi semprotan halus – itu tidak benar-benar mengontrol aliran bahan bakar. Jumlah bahan bakar yang disemprotkan ditambah atau dikurangi oleh unit kontrol mekanis atau elektrik – dengan kata lain, ini seperti menyalakan dan mematikan keran.

Kedua, sistem populer lainnya adalah injeksi berjangka waktu (pulsed injection) di mana bahan bakar dikirim dalam semburan bertepatan dengan langkah induksi silinder. Seperti halnya injeksi kontinu, injeksi berjangka waktu juga dapat dikontrol baik secara mekanis maupun elektronik. *Di kepala injektor ada bendungan kecil yang bisa buka tutup saat dialiri listrik.

Sistem paling awal dikendalikan secara mekanis. Mereka sering disebut injeksi bensin (Petrol Injection atau PI) dan aliran bahan bakar dikendalikan oleh rakitan regulator mekanis. Sistem ini memiliki kelemahan karena rumit secara mekanis dan memiliki respons yang buruk. Maksudnya kita mau ngurangi gas, eh kok gasnya gak turun-turun.

Sistem mekanis sekarang sebagian besar telah digantikan oleh injeksi bahan bakar elektronik (electronic fuel injection atau EFi). Ini berkat peningkatan keandalan dan penurunan biaya sistem kontrol elektronik.

Pompa injeksi ganda, menghasilkan tekanan bensin (fuel pressure) lebih besar, diharapkan pengkabutan lebih halus dan cepat

Kesimpulannya, secara umum injeksi lebih baik karena bensinnya didorong paksa oleh pompa, lalu dipaksa lagi keluar lewat lubang kecil-kecil, sehingga menghasilkan kabut bensin sangat halus. Keluarnya juga dikontrol secara elektronik, ada sistem keran buka tutup jadi tidak sembarangan ngocor akibat tersedot mesin. Semua pengaturan itu dinamakan electric control unit (ECU).

Biasanya juga mesin dilengkapi sensor panas dan sensor oksigen. Sehingga ECU bisa memberikan perintah apakah harus banyak atau harus sedikit bensin yang disembur. Itu demi efisiensi. (yy/dari berbagai sumber)

1. Video Injeksi bensin EFi yang ditembak lewat intake (Indirect port injection)

2. Video injeksi bensin EFi yang ditembak langsung di ruang bakar (Direct Port Injection)

3. Video injeksi solar secara langsung tanpa busi (direct injection diesel). Common Rail maksudnya 4 injektor terhubung pada 1 pipa solar bertekanan tinggi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *