Data Dial dan Durasi Noken As Beberapa Motor, Serta Simulasi Perubahannnya

  • Bagikan

Sahabat-Otomotif.Com – Pernafasan mesin diatur oleh gerakan noken as atau camshaft. Sistem yang berputar mengikuti putaran mesin itu telah diprogram pada saat berapa derajat siklus putaran mesin harus terbuka dan tertutup.

Program tersebut disebut dial. Hal dial noken as juga berkaitan dengan durasi membuka valve pernafasan. Baik itu asupan atau Intake (IN) dan juga pembuangan atau Exhaust (EX). Berikut ada sejumlah data dial beberapa motor dan ulasannya.

Suzuki Satria F150

Dial Satria FU ada angka minus. Itu untuk bikin galak aksel. Lalu hanya punya overlap kecil dan sebesar minus 7 (-7), akan pusing membayangkannya. Mungkin agar produk ini irit bensin. Makan berani pakai knalpot mampat. Karena tidak ada ceritan semburan balik. Maka jika motor lain memakai knalpot Satria FU akan tersengal-sengal.
Ternyata dengan noken standar Satria FU bisa di dial jadi bertenaga.

1. Gigi sentrik IN lompat 1 gigi se arah jarum jam.
2. Gigi Sentrik EX lompat 1 gigi lawan arah jarum jam.
lompat 1 gigi biasanya bikin perubahan 10 derajat. Jadi 10+3 maka dapat overlap 13. Ini bakal agak boros bensinnya.

Jadi data simulasi di atas berawal dari
Dial Standar Satria:
IN 0+180+55=235 derajat
EX 63+180+(-7)=236 derajat
Jadi jika ingin meningkat performa ada 2 cara ubah dial.
Dial Wideband galak aksel dan topspeed:
IN 10+180+45=235 (gigi sentrik IN lompat 1 searah jarum jam)
EX 53+180+3=236 (gigi sentrik EX lompat 1 lawan arah jarum jam)

Honda GTR 150 atau Sonic 150 atau CB150R New
GTR tidak bisa loncat 1 gigi (geser 10°) karena dialnya sudah advance dan bernilai kecil durasinya.
IN 7+180+66=253 derajat
dan EX 65+180+9=254 derajat
Jadi harus beli gir adjustable biar bisa geser ke arah advance 5° untuk setingan topspeed.
Diubah jadi
IN 2+180+71= 253
EX 70+180+4=254

Kawasaki Kaze R
Basis Kaze R bisa seting topspeed dengan loncat gigi sentrik 1 mata, gir digeser berlawanan jarum jam.
IN 21+180+57=258 derajat
EX 53+180+27=260 derajat
Jika gir sentrik 34T maka loncat 1 gigi akan merubah sekitar 10° jadi
IN 11+180+67=258
EX 43+180+37=260

Suzuki Shogun 110
Shogun 110 mirip FXR150 cara dialnya. Ada angka nol (0) di bagian IN noken as.
IN 0+180+30=210 derajat
EX 20+180+10=210 derajat
Overlap 0+10= 10 derajat
lift IN dan EX sebesar 5,5 milimeter dengan rasio templar (roker arm) 1:1.
Artinya, tidak lagi diseting ke arah pernafasan plong atau topspeed. Harus ganti noken as yang lebih besar durasinya jika menginginkan lebih kencang.

Perlu diperhatikan, simulasi yang ditunjukkan dalam artikel adalah secara teoritis. Perlu pendampingan bengkel yang ahli. Yaitu dengan dicek dengan cara memutar poros engkol dengan tangan. Demi menentukan apakah dial yang dilakukan membuat piston menabrak valve atau tidak. Dan perlu diketahui perubahan dial yang tidak klop dengan kodrat mesin akan membuatnya bergetar hebat atau tenaga jadi loyo. Terutama jika lompat rantai dan gigi sentrik. Pergerseran paling aman adalah 5 derajat ke arah advance atau 5 derajat ke arah retard, dengan gigi sentrik adjustable. (yy/dari beberapa sumber)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *