Finis Kedelapan, Ini Pengakuan dari Pol Espargaro

  • Bagikan
Pol Espargaro menjalani debut bersama Repsol Honda pada GP Qatar 2021. (Karim Jaafar/AFP )

Sahabat-otomotif.com – Pebalap Repsol Honda, Pol Espargaro mendapatkan hasil yang tak maksimal di GP Qatar akhir pekan (28/3).

Mantan pembalap tim KTM itu hanya finis di posisi kedelapan. Tetapi, ada satu hal yang dia yakini. Di balapan selanjutnya yang berlangsung pekan ini (4/4) Espargaro akan mendapat hasil yang lebih baik.

Seusai seri perdana itu, Espargaro langsung menggeber evaluasi total atas penampilannya kali pertama dengan motor RC213V di balapan tersebut. Salah satu poin yang didapat adalah pembalap 29 tahun itu merasa dirinya terlalu berhati-hati di awal-awal lap.

Dikutip dari Jawapos, Espargaro mengaku itu adalah kali pertama dirinya tampil menggunakan RC213V dengan kondisi full tank. Saat sesi tes pramusim maupun latihan bebas, dia masih mengendarai motor yang bahan bakarnya tidak terisi penuh.

Hal itu diakui membuat performanya di awal-awal balapan masih canggung dan kehilangan banyak waktu. ”Gara-gara itu, aku jadi merasa kehilangan waktu dua sampai tiga detik di lap-lap awal,” ucap Espargaro kepada Crash.

Pembalap asal Spanyol itu juga menjabarkan alasannya saat kalah sprint di pengujung balapan oleh kakak kandungnya sendiri, yakni Aleix Espargaro, yang membalap untuk tim Aprillia. Dia mengaku saat itu ban depannya aus lantaran terlalu digeber maksimal sepanjang 21 lap sebelumnya.

Aleix sukses finis di depan Pol dengan jarak hanya 0,056 detik. ”Padahal, aku sudah berusaha melakukan pengereman dengan senormal mungkin (sepanjang balapan). Tapi, yang terjadi banku sudah sangat rusak saat harus berduel dengan Aleix,” ucap Pol dilansir Motorsports.

Terlepas dari permasalahan-permasalahan tersebut, Espargaro tetap mendapat poin positif dari hasil balapan perdananya bersama Repsol Honda itu. Margin finis 5,9 detik dari pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales yang keluar sebagai peraih podium tertinggi dia anggap merupakan hal yang luar biasa. Apalagi, saat itu dia start dari posisi ke-12.

Espargaro pun sudah berhitung. Seandainya di balapan kemarin dia dapat meraih posisi start lebih baik di babak kualifikasi, dipadukan dengan menghilangkan rasa canggung di awal-awal balapan, dia yakin mampu mengepras jarak signifikan dari pembalap-pembalap di depannya.

Jika masalah-masalah tersebut sudah teratasi, yang menjadi pekerjaan rumahnya setelah itu adalah tinggal bagaimana bertarung lebih agresif sejak awal.

”Aku merasa belajar lebih banyak hal dari balapan pertama ini. Itu dibandingkan dengan saat sesi tes maupun latihan bebas. Ini menjadi hal yang sangat penting untuk menghadapi balapan selanjutnya,” ucap Espargaro.

MotoGP seri kedua masih akan berlangsung di Qatar pada akhir pekan ini.(skt)

  • Bagikan