Isi Oli Diesel di Sepeda Motor, Perhatikan Tekanan Crankcase

  • Bagikan

Sahabat-Otomotif.Com – Saat ini marak pengendara mengisi sepeda motornya dengan oli diesel atau heavy duty engine oil (HDEO). Termasuk admin yang juga memakai di Honda CS1, Suzuki Thunder 125 dan Suzuki Shogun 110 Kebo.

Dipilih karena lebih memproteksi dari keausan dan mencegah penyakit mesin yang disebabkan panas berlebih. Sebagian menilai wajib saat ini, karena setingan bawaan pabrik dibuat irit bensin sehingga mesin gampang panas.

Namun karena kemampuan oli diesel yang superior itu, ternyata menimbulkan sesuatu hal yang harus disesuaikan. Dia membentuk lapisan yang menyekat atau men-seal atau membut kedap piston mesin. Sehingga kompresi dinamis lebih efisien terbentuk, apalagi olinya masih baru dituang. Umur oli ini di motor rata-rata 4.000 km atau 6 bulan bagi yang jarang bepergian.

Dalam mekanisme mesin 4 tak, piston naik membentuk kompresi. Piston turun memberikan tekanan pemompaan pada crankcase atau kalter. Nah, ini yang jadi masalah, karena piston terlalu ter-seal oli. Proses pemompaan pada crankcase jadi lebih efisien sehingga tekanan udara dalam crankcase jadi lebih besar.

Muncul dalil baru, bahwa “jika memakai oli diesel di sepeda motor, tekanan crankcase meningkat”. Keadaan ini ternyata mengganggu keleluasaan piston untuk bergerak terutama di putaran mesin tinggi. Saat RPM mesin meninggi, akselerasi jadi lambat. Atau bahasa awamnya mesin jadi engap.

Hal ini bisa disolusi dengan menambah pernafasan mesin. Sebenarnya sudah ada 1 saluran pernafasan mesin, biasanya ada di crankcase atas berupa selang hitam tersambung ke kotak filter. Orang bilang selang hawa mesin. Bagian itu menjadi kurang luas untuk menyalurkan tekanan.

Caranya untuk menambah pernafasan mesin yakni mencopot saluran hawa yang menuju kotak filter, dan membiarkannya bernafas ke udara bebas.

Cara kedua, membeli tutup oli yang berlubang dan menyambungkannya dengan selang ke udara bebas atau ke kotak filter juga. Maka crankcase pressure akan berkurang dan mesin bisa teriak RPM tinggi dengan lebih cepat karena bebas.

Ternyata tutup oli pernafasan ini memang ada produk racingnnya, dan lumayan mahal. Karena dunia balap ada modifikasi naik kompresi, stroke up, destroke, bore up dan sebagainya. Sama kasusnya, membuat tekanan crankcase jadi besar sehingga perlu pembocoran tekanan. (yy/dari berbagai sumber)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *