Tips Memilih dan Mengenal Fungsi Oli Power Steering

  • Bagikan

Sahabat-otomotif.com – Kemampuan kinerja mesin yang maksimal sangat dipengaruhi oleh suplai amunisi mesin yang diberikan. Selain bahan bakar, cairan yang berperan dalam suplai tersebut adalah oli power steering. Cairan ini akan memberikan amunisi pada mesin agar kinerjanya semakin prima.

Jika Anda mengira bahwa oli ini sama dengan oli mesin, ulasan berikut perlu dipelajari dengan seksama. Keduanya berbeda sehingga perlu memahaminya dengan baik agar tidak salah pilih untuk kendaraan kesayangan Anda. Berikut ini ulasan lengkapnya seperti dilansir dari suzuki.co.id

Sekilas Tentang Oli Power Steering

Mobil yang diproduksi akhir-akhir ini memiliki kinerja yang prima untuk digunakan dalam segala kondisi. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh komponen utama yang menunjang kinerja mesin, yaitu power steering.

Komponen ini akan membantu mesin untuk memperkuat tekanan ketika kendaraan sedang melaju. Dalam hal menunjang kinerja power steering, ada jenis fluida yang membantunya. Fluida ini kerap disebut dengan oli power steering.

Antara oli pelumas dan oli ini memiliki perbedaan yang mendasar, meskipun keduanya difungsikan sebagai fluida untuk mesin. Pada dasarnya oli mesin yang aktif digunakan sebagai pelumas, sedangkan oli ini lebih digunakan untuk menghantarkan tekanan pada mesin yang hidup.

Oli ini sangat mudah ditemukan di pasaran. Ada berbagai macam varian dan merk yang dijual dan Anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan mesin.

Fungsi Oli Power Steering

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, oli untuk power steering memiliki fungsi yang berbeda dengan oli mesin. Tugas dan cara kerjanya berbeda karena komposisi yang dimiliki masing-masing juga berbeda.

Oli mesin adalah fluida yang biasa digunakan untuk memperlancar proses transmisi mesin. Hal tersebut berbeda dengan fungsi oli untuk power steering. Oli jenis ini akan menghantarkan tenaga maupun tekanan yang dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin kendaraan.

Jenis tersebut sangat dibutuhkan oleh power steering hidrolik. Maka dari itu, kendaraan yang memanfaatkan sistem hidrolik wajib menggunakan oli power steering untuk memperlancar jalannya transmisi tekanan dan tenaga pada mesin.

Cara Kerja Oli pada Power Steering

Cara kerja yang dimiliki oli jenis ini cukup vital dalam menunjang kemampuan performa mesin hidrolik.

Pertama, komponen power steering terbagi atas dua bagian utama yaitu rack dan pinion. Kedua bagian tersebut bergerak saling bersinergi dengan bantuan oli steering yang memberikannya tekanan.

Pada bagian atas rack dan pinion, terdapat komponen pendukung lainnya yaitu pompa steering. Kinerja dari pompa steering inilah yang akan mempengaruhi gerak putaran setir.

Dalam hal ini, oli pada power steering sangat membantu agar putaran setir menjadi lebih ringan dan enteng ketika digerakkan.

Bagian lain yang memiliki peran vital dalam fungsi hidrolik adalah tabung yang terletak di atas pompa oli. Pada bagian inilah, oli untuk power steering aktif mengerjakan fungsinya sebagai suplai dalam fungsi setir.

Mengingat fungsi oli ini sangat vital, maka oli jenis ini perlu diganti setiap maksimal 40.000 km. Hal tersebut dilakukan tidak lain untuk menjaga performa mesin agar tetap maksimal.

Tips Memilih Oli Power Steering

Memilih oli power steering bukanlah hal yang sulit. Akan tetapi, Anda tidak boleh asal memilih oli steering untuk kendaraan Anda. Pastikan untuk mengenali kebutuhan oli kendaraan Anda terlebih dahulu agar dapat menentukan oli steering yang tepat.

Apabila sudah menentukan tipe kendaraan, maka saatnya menentukan jenis oli power steering yang pas untuk kebutuhan tersebut. Beberapa varian oli power steering tersedia di pasaran sehingga perlu disesuaikan terlebih dahulu.

Pada dasarnya, pemilihan oli steering untuk sistem hidrolik dan oli biasa sama saja. Dalam hal ini, ada beberapa aspek yang dapat dilakukan sebagai tipsnya selain memperhatikan aspek kekentalan, dan kebutuhan masing-masing mesin. Berikut ini tips untuk memilih oli power steering yang tepat.

Pilih Cairan Dengan Stop Leak
Pada bagian mesin kendaraan terdapat seal yang berfungsi menunjang kinerja mesin. Karet ini dapat mengalami kondisi getas secara lambat laun jika digunakan terus menerus. Kondisi seal yang getas semakin lama akan mengeras dan menyusut.

Jika Anda memilih cairan yang memiliki stop leak, seal karet yang getas tersebut dapat hidup kembali. Minimal dalam kurun waktu lebih lama untuk bertahan dari jenis lainnya.

Kemampuan ini didapatkan karena cairan steering dengan stop leak mengandung zat aditif lebih baik dari ATF.

Pada cairan power steering stop leak ditemukan sejumlah kandungan anti bocor dan anti buih yang dapat meningkatkan efisiensi kinerja pompa, sehingga karet menjadi awet dan tidak mudah getas.

Pilih Cairan Power Steering Dengan Tepat
Tips selanjutnya untuk memilih cairan steering adalah dengan memilih jenis yang tepat. Anda perlu mengidentifikasi dengan baik kebutuhan power steering.

Setelahnya, pilihlah cairan khusus yang telah disesuaikan dengan kebutuhan power steering tersebut. Memilih cairan power steering yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan power steering akan menjaga performa dan keawetannya.

Cairan yang tepat akan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap seal. Tentu saja hal ini penting, sebab seal adalah komponen yang vital pada power steering dan kinerjanya.

Setelah Dapat yang Terbaik, Jaga Agar Tetap Awet
Tips memilih sekaligus perawatan yang paling penting adalah dengan menjaganya agar tetap awet. Anda dapat melakukan beberapa upaya untuk menjaga komponen ini tetap awet, salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin secara berkala di bengkel resmi.

Memilih oli steering dengan kualitas bagus juga akan menjadikan power steering terpelihara dengan baik. Jenis oli ini yang berkualitas mampu melindungi power steering dari kotoran dan debu yang memungkinkan menimbulkan hambatan terhadap kinerjanya.

Selain itu, zat aditif dalam oli steering juga memiliki anti korosi. Hal ini akan melindungi bagian power steering yang mungkin dapat terkena air dari karat.

Jika dibandingkan dengan oli mesin, kandungan zat aditif dari oli steering lebih sedikit. Zat aditif ini lebih fokus pada fungsi anti korosi dan keausan.

Gejala yang Timbul Jika Power Steering Mengalami Kerusakan

Power steering yang dipasangkan pada kendaraan mungkin saja mengalami kerusakan. Hal tersebut bisa disebabkan karena sistem hidrolik tidak dapat lagi bekerja secara maksimal.

Permasalahan yang mungkin dapat menjadi penyebabnya adalah kurangnya suplai oli steering pada mesin tersebut.

Kerusakan power steering mudah sekali teridentifikasi. Banyak tanda-tanda yang mungkin muncul akibat kerusakan ini, dan salah satunya adalah sistem kemudi menjadi berat.

Sistem kemudi akan terasa berat jika setir sulit dibengkokkan. Hal ini bisa terjadi karena tabung yang terdapat di atas pompa oli mengalami kekurangan suplai oli steering. Akibatnya setir menjadi berat dan seluruh komponen rack, pinion, dan steering mengalami kerusakan.

Kerusakan yang mungkin timbul selain disebabkan oleh kurangnya suplai oli juga bisa terjadi karena faktor lainnya. Hal tersebut antara lain adalah cara mengemudi dan bermanuver yang sangat ekstrem.

Sering melakukan putaran setir hingga titik maksimal ketika kendaraan berhenti juga dapat menyebabkan kerusakan serupa. Oleh sebab itu, penggunaan yang lebih berhati-hati juga penting dalam hal ini. ***

  • Bagikan