Mesin V-4 di Mobil Nyaris Tidak Ada, Ini Alasannya

  • Bagikan

Sahabat-Otomotif.Com – Anda mungkin pernah melihat iklan di mana penjual secara tidak sengaja menulis bahwa mobil mereka memiliki mesin V-4, bukan empat silinder inline. Ini adalah kesalahan yang dapat dimengerti di dunia. Pasalnya, mesin V-6 dan V-8 sangat umum. Tapi, V-4 bukan hanya kesalahan ketik, mesin ini ada tapi sangat langka dipasang di mobil.

Pengendara sepeda motor tidak diragukan lagi akan sangat akrab dengan mesin V-4, karena sejumlah pabrik motor telah menawarkannya selama bertahun-tahun. Tetapi sangat sedikit pembuat mobil yang menawarkan V-4. Sejak pasca perang dunia kedua, hanya Ford (yang memasok mesin V-4 ke Saab) dan Lancia.

Nah, barusan saja Porsche menggunakan V-4 untuk mobil balap 919 hybrid LMP1 dan hanya itu satu-satunya yang baru di dunia.

Seperti yang dijelaskan Mike Fernie dari Drivetribe, V-4 sangat bagus karena relatif kecil. Meskipun tentu saja lebih lebar daripada inline-four tradisional. Mesin V-4 juga cukup pendek, karena hanya ada dua silinder dalam satu baris. Ukurannya yang kecil juga berarti bikin konstruksi kompak dan rigid.

Anda mungkin berpikir V-4 akan sangat tidak seimbang dan tidak halus, tapi bukan itu masalahnya. Poros engkolnya yang relatif pendek tidak menimbulkan banyak getaran, dan jika penataan silinder dibuat bercermin dalam sudut 90 derajat, gaya utama dari masing-masing silinder bisa membatalkan daya hujam satu sama lain, yang mengarah ke kelancaran operasi dan stabilitas gerakan.

Masalahnya adalah V-4 sangat rumit. Seperti mesin V lainnya, V-4 membutuhkan dua kepala silinder, dua manifold buang, dua valvetrain, dan camshaft dua kali lebih banyak daripada inline-four. Itu berarti V-4 mahal untuk dikembangkan dan mahal untuk dibangun.

Harga yang harus dibayar tidak sebanding dengan rival yang membuat Inline 4 Silinder (I-4). Ternyata I4 bisa dikembangkan lebih bertenaga dan lebih irit bensin. Di sisi lain ada yang sama-sama mahal pembuatannya yakni Flat 4 silinder (F-4). Dengan biaya produksi yang sama, ternyata F4 lebih superior masalah getaran sangat minim dan titik gravitasi lebih ke bawah sehingga handling lebih jago. Akhirnya, V-4 dinilai kalah dari segala hal, sementara harga produksi lebih mahal.

Jadi itulah mengapa V-4 hampir tidak pernah ada di mobil, meskipun eksperimen Ford dan Lancia. Sementara, untuk Porsche 919, V-4 masuk akal karena ukuran mobil berusaha seramping mungkin. Karena V-4 wujudnya kecil dan kompak, jadi mudah untuk dikawinkan dengan sistem hybrid di sekitar mesin, dan Porsche menetapkan anggaran yang besar untuk PorscheĀ  919, sehingga biaya tinggi dari V-4 tidak menjadi masalah. (yy/dari berbagai sumber)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *