Mengapa Mesin Overbore-Short Stroke Kencang

  • Bagikan

Sahabat-Otomotif.Com – Ada sebuah mindset berkembang di masyarakat kalau kapasitas mesin sama besar, maka sama kemampuan ngebutnya. Misalnya, Yamaha Byson 150 cc bertanding dengan Yamaha Vixion 150 maka dinilai sama cepat.

Ternyata tidak, ada istilahnya mesin langkah panjang dan mesin langkah pendek. Masyarakat sering bilang overbore versus overstroke. Namun perlu diketahui bahwa overbore belum tentu jago putaran mesin tinggi. Harus memenuhi 2 kriteria yakni Overbore-Short Stroke.

Salah satunya yang melegenda adalah Sonic 125 cc keluaran tahun 2000-2004. Produk keluaran Thailand itu kemudian diadopsi di Indonesia menjadi CS1. Walaupun dikabarkan downgrade, Honda berkapasitas 125 cc ini terbukti bisa sebanding dengan larinya motor 150 cc. Ini alasan kenapa CS1 cc kecil tapi tenaga besar dan larinya kencang

Pertama tentang kelebihan.
-karena mesin langkah pendek
-karena langkah pendek dia bisa meraih putaran tinggi
-karena putaran tinggi siklus kerja per 1 menit lebih banyak
-karena siklus kerja banyak, dia power lebih besar
-karena langkah pendek maka bore (diameter piston) besar, maka bisa pasang lubang porting (pernafasan mesin) yang besar, maka udara dan BBM bisa diasup lebih banyak.

Kedua tentang kelemahan
-karena silinder pendek luas permukaan pembuangan panas kurang.
-karena itu lebih cepat panas
-siklus kerja per 1 menit lebih banyak jadi lekas akumulasi panas
-karena tergolong mesin panas maka logamnya gampang aus dan fatique (lelah).

Beberapa pabrikan membuat solusi
-pakai pelumas lebih bagus, tipe oli yang vicosity indeksnya tinggi
-pakai pendingin lebih bagus, dipasang radiator dan/atau oil cooler
-stel boros, biar sisa BBM yang gak terbakar mencuci mesin sampai dingin.

Karena inilah basis mesin overbore-stroke di beberapa pabrikan disuntik mati. Karena konsumen tidak siap dengan keadaan motor boros bensin. Juga karena emisi jadi buruk akibat kudu stel boros.

Namun beberapa pabrikan bisa survive dan memperbaiki efisiensi mesin ini dengan injeksi dan material cepat melepas panas. Contohnya adalah Suzuki GSXR150 dengan material SCEM dan radiator. CBR 250 RR dengan nikasil dan radiator besar. YZF R25 dengan diasil dan radiator besar. Kawasaki ninja 250 dengan boring silinder dari alusil dan radiator besar. (yy/dari berbagai sumber)

Agar bisa membayangkan, lihat video ini
Bore Stroke Ratio & its effects on Engine Characteristics – YouTube

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *