Mengapa 250 cc 1 Silinder 50 Daya Kuda di Moto3

  • Bagikan
Sahabat-Otomotif.Com – Bahasa otomotif yang cas cis cus dengan segudang istilah-istilah barat sudah biasa. Namun nampaknya penjelasan itu tidak berguna bagi generasi muda yang masih awam dengan permesinan. Kali ini admin akan berusaha merangkum dengan bahasa awam seberapa hebat teknologi mesin yang tersemat pada balapan Moto3.
Pertama, tentang mesin langkah pendek. Setiap mesin balap pasti memilih konfigurasi langkah pendek. Karena mudah untuk diseting power gede. Di dunia sepeda motor komersil Suzuki GSX150R itu mesin langkah pendek dan Yamaha R15 itu mesin langkah panjang.
Ninja 250R 2 silinder itu langkah pendek dan ZX25R 4 silinder itu langkah super duper pendek. Terasa gak kegaharan sebuah konfigurasi langkah pendek?
Kedua, Moto3 mengusung 250cc 1 silinder tapi tenaganya bisa seperti 500cc motor komersil harian. Mengapa bisa? Di sinilah dimainkan teknologinya mulai dari penyuntikan bensin yang semburannya super duper keras. Jadi muncratan BBM itu memiliki daya dorong kuat.
Lalu konfigurasi pernafasan mesin diatur sebuah katub aka klep aka valve dari logam yang ringan namun kuat. cara masang katubnya pun nyeleneh, harus miring banget. Miringnya juga aneh dan disebut Radial Valve.
Jika motor legal harian tata letak kemiringan katub disebut Co Axial artinya 2 katub miring ke utara dan 2 katub miring ke selatan.
Beda dengan Radial Valve, yakni 1 katub miring ke tenggara, 1 katub miring ke barat daya, 1 katub miring barat laut, satu katub miring ke timur laut. Hal ini membuat lubang hidung mesin bisa dibuat lebih dower dan udara bisa masuk banyak. Namun kecepatan udara bisa dipertahankan lebih deras.
Ada 2 saluran gas masuk dari 2 arah berbeda. Ada 2 salurang gas buang ke 2 arah berbeda. Hal itu membuat campuran bensin dan oksigen mudah teraduk. Karena di dalam ruang bakar mesin terbentuk angin tornado bukan hanya sekedar angin ribut seperti di motor biasa. Ketika campuran gas deras tadi disulut percikan api listrik dari busi. Maka, duarrr terjadi ledakan dahsyat yang menggerakkan penggenjot mesin yakni piston dan kruk as set. Tidak heran jika 250cc 1 silinder harian hanya berkisar 25 daya kuda, sementara Moto3 bisa 50 tenaga kuda.
Angin pemasukan deras, semburan bensin deras. Jadi deras kuadrat kebayang gak tuh? Makanya kalau di film-film kalau tabrakan bisa meledak, ya sebenarnya film itu ingin menggambarkan betapa hebatnya sistem balap. Tapi pada kenyataannya ada teknologi pengaman, yakni jika mesin mengalami goncangan hebat otak komputer mesin akan mengecilkan semua kekuatan sehingga tidak bakal meledak palingan kebakar.
Ketiga, 1 silinder mesin kenapa pakai 2 knalpot? Hal itu berprinsip bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Mending Ram 2 slot daripada Ram 1 slot. Begitu juga knalpot. Lebih baik 2 kecil daripada 1 besar. Karena pipa kecil bisa mempertahankan derasnya semburan, jumlahnya 2 berarti mendukung lebih plong. Namun berdasarkan pengalaman knalpot ganda membuat akselerasi lebih kuat jadi istilahnya gak bikin lemot.
Keempat, putaran mesinnya tinggi yakni 14.000 revolusi per menit (rpm). Motor biasa rata-rata kuat sampai 10.000 rpm. Apalagi metik zaman now yang hanya maksimal di 9.000 rpm. Tapi ada juga motor sport harian yang bisa 14.000 rpm ya karena memang ingin laku walau harga mahal. Tapi memang dari dulu konsumen Indonesia dikasih mesin jinak-jinak melulu. Sekalinya dikasih mesin ganas, walau mahal ludes dibeli pasti. Saking haus akan ngebut dan raungan merdu high revving engine (mesin putaran tinggi).
Jadi kalau ada yang bilang motor ayam jago kepala barongsai itu alay, mungkin belum nyobain. Karena si barongsai itu adalah mesin super duper mirip mesin balap yang sangat-sangat terjangkau di kantong bokap yang punya anak SMA. Jadi maafkanlah mereka, karena mereka itu ketika berkendara mengalami “eargasm” (kenikmatan kuping) kala menggeber mesin. Namun, sayang sekali harga mesin-mesin high revving semakin mahal dewasa ini.
Ada cara mengenali mesin high revving yakni dengan melihat spesifikasinya. Carilah istilah bore x stroke dalam spesifikasi. Jika tertera stroke di bawah 50 mili meter (mm) jelas itu motor high revving atau berpotensi besar diupgrade jadi high revving. Karena ada juga mesin konfigurasi high revving namun dikebiri secara kelistrikan.
Perlu diketahui, jika bengkel Indonesia selalu dan hampir selalu bahas “stroke up” (langkah pendek diubah jadi langkah panjang) biar kencang. Beda di Amerika Serikat. Ada mobil yang mesinnya distroke down atau “destroke”. Dari langkah panjang ke langkah pendek. Akhirnya sering juara drag race karena powernya bisa diseting super duper besar. Di Indonesia kabar destroke cuma ada di maestro mesin di wilayah Jawa Tengah.
Kata kunci yang bisa diambil yakni injeksi tekanan tinggi, radial valve, 2 knalpot, mesin langkah pendek (short stroke), dan putaran mesin tinggi (high revving engine). (yy/dari berbagai sumber)
  • Bagikan