Suzuki FXR150, Jadul Tapi Digital juga 20 Daya Kuda

  • Bagikan

 

Sahabat-Otomotif.Com – Pernahkan melihat motor jadul 150cc 4 tak awal tahun 2000-an, namun speedometer digital, deltabox, arm banana monoshock, dan dobel cakram? Padahal zaman itu bikers rata-rata masih dicekoki motor rem tromol, speedometer analog, dan dual shock. Ternyata ada, motor canggih itu diusung Suzuki.

 

Namanya Suzuki FXR150, merupakan motor sport buatan Malaysia digarap Lion Suzuki Motor atau semacam Astra Honda jika di Indonesia.

 

Motor ini didukung oleh mesin empat-katup, DOHC empat tak 147 cc (9,0 cu in) satu silinder. Lion Suzuki Motor memproduksi sepeda motor tersebut dengan 75 persen part buatan lokal.

 

Produk ini menggantikan produk dua tak Suzuki RG150/RGV150 atau yang kita kenal sebagai RGR. Saat itu tahun 2002 tapi FXR sudah mengusung fitur dasbor atau speedometer dan tachometer full digital, yang menampilkan kemampuan limiternya bisa mencapai 14.000 rpm.

 

Rangkanya terbuat dari baja ringan konstruksi 2 palang yang sering disebut perimeter frame atau delta box. Dan memiliki swingarm belakang berbentuk pisang (arm banana). Sektor peredam kejut atau shock juga sudah tipe mono atau tunggal. Di bagian belakang dengan rem cakram tunggal. Suspensi depan memakai garpu teleskopik juga dengan rem cakram tunggal. Velg ada yang bilang bahwa ada sedikit mengandung magnesium sehingga kadang disebut Magnesium Alloy Enkei.

 

Mesinnya memiliki rasio gearboks yang dekat (close ratio) enam kecepatan dengan sistem kick-start dan electric start. Mesin dilengkapi pendingin oli kecil untuk membantu pendinginan (sistem pendingin canggih Suzuki). Ini juga dilengkapi sistem katub Twin Swirl Combustion Chamber (TSCC).

 

TSCC ini bentuk lubang portingnya unik. Dari luar ke dalam berturut-turut, yakni lingkaran lalu pipih seperti leher ular cobra lalu lingkaran lagi. Keadaan itu membuat udara pernafasan mesin bisa deras.

 

Ibarat menyiram air menggunakan selang lalu ujung selang dipencet sampai pipih, pasti air deras. Keadaan deras udara pernafasan itu kemudian bertemu kubah bakar yang membelokkan udara sehingga terbentuk angin puting beliung dalam mesin.

 

Karena terbentuk puting beliung, maka campuran udara dan bensin mudah sekali teraduk menjadi homogen. Sehingga saat disulut api busi terjadi ledakan dahsyat. Ledakan itu membuat daya dorong pada mesin menjadi dahsyat juga. Tidak heran jika dia mencatatkan tenaga 20 daya kuda hanya dengan 150cc. Bandingkan dengan basis yang sama yakni Satria F150 karburator tenaga 16 daya kuda. Dan GSXR150 injeksi terkini 19 daya kuda.

 

Motor ini cocok untuk wilayah Malaysia yang di kawasan Serawak-Sabah. Karena di sana jalanan lurus, mulus, dan sepi sangat menggugah untuk ngebut. Karena admin pernah naik bis dari Kuching ke Sibu, sangat membosankan jika tidak kebut-kebutan.

 

Namun setelah di bawa ke Indonesia secara CBU, ada yang merasa tidak cocok. Admin pernah wawancara pemilik FXR 150 di bogor, yang mengatakan capek jika dibawa macet-macetan. Karena power motor baru keluar di 10.000 rpm sementara saat macet hanya bermain 3.000-5.000 rpm. Jadi seandainya motor ini disempurnakan dengan VVT seperti moge GSXR 1000 mungkin akan mengatasi kelemahannya di rpm bawah. Namun mungkin juga konsekuensi harga akan membengkak. Kini motor ini sudah jadi barang koleksi. Jika ingin menikmati gairah yang sama, maka bisa meminang GSXR150 dengan tenaga 19 daya kuda. (yy/dari berbagai sumber)

 

  • Bagikan