Tips Suzuki Thunder 125, Obat Mogok dan Getaran

  • Bagikan

Sahabat-Otomotif.Com – Saat ini motor Suzuki Thunder 125 banyak dimanfaatkan untuk kendaraan niaga. Bahkan karena konstruksi rangkanya yang rigid, motor ini sering digunakan sebagai kendaraan angkut. Mesinnya yang punya torsi lumayan besar dan kapasitas cc yang kecil sehingga irit bahan bakar, juga alasan motor ini cocok untuk aneka pekerjaan yang mobilitas tinggi. Namun tidak kalah keren, juga banyak yang memodifikasi jadi motor klasik retro.

Namun ada beberapa pertanyaan dari beberapa pengguna Suzuki Thunder. Motor mereka yang telah berumur sering mogok setelah diajak jalan jauh.

Maka, tim Sahabat-Otomotif merangkum solusinya. Salah satunya, ketika mogok, tak lama kemudian bisa kembali dinyalakan. Namun ada masalah lanjutan.

Ini hanya satu sisi permasalahan, mungkin masih ada masalah-solusi lainnya. Contoh, saat Suzuki Thunder 125 dilakukan starter hidup dan bisa menyala langsam. Namun tidak mau digas. Jika digas motor akan mati.

To the point, Solusinya semprot mulut karburator, juga sela-sela karburator bagian luar, kubah atas karburator, dan manifold karet karburator. Semprotlah dengan cairan “WD 40” mungkin bisa juga carb cleaner aneka merk. Pengalaman beberapa orang disemprot saat mesin menyala agar terhisap karbu dan merontokkan kotoran.

Mengapa? Diduga Thunder punya karburator sangat presisi dan efisien. Lubang-lubang pengkabut bahan bakar dibuat kecil tapi banyak. Kelemahannya terkena kotoran sedikit langsung tersumbat.

Solusinya? Copot kertas saringan/filter bensin, dan pasang kembali tanpa filter. Ini hanya, ketika kejadian mogok.

Selanjutnya, beli saringan bensin baru, bisa juga yang ada magnetnya. Solusi lebih ekstrim yakni tetap tidak menggunakan filter bensin, namun sering servis dan bersihkan karburator setiap jeda 2 bulan.

Selain itu, ada potensi air masuk ke karburator saat hujan. Karena Thunder adalah motor tipe naked (terbuka) mudah terciprat air hujan. Solusinya, pakai bensin yang mampu melarutkan air. Berdasarkan pengalaman, bensin jenis pertamax mampu melarutkan air sehingga air yang masuk bisa ikut jadi kabut ke dalam mesin dan terlibat pembakaran. Pertamax juga bisa merontokkan kotoran di karburator dan internal mesin. Jadi pengguna Thunder sangat disarankan memakai bensin pertamax.

Kemudian tentang permasalahan getaran. Beberapa mengeluhkan getaran yang lumayan besar pada Thunder seri non HAK. Hal ini bisa dikurangi dengan penggunaan oli yang lebih kental, yaitu belilah oli SAE 20w-50. Niscaya, akan berkurang sedikit getaran.

Faktor lanjutan untuk mengurangi getaran, yakni penggunaan bensin oktan tinggi. Lagi-lagi bensin pertamax, mampu memperkecil getaran di Thunder karena mencegah adanya hot spot knocking. Ingat, knocking bukan saja karena kompresi tinggi melawan bensin oktan rendah, namun bisa juga karena mesin kepanasan sehingga membentuk titik bara api (hot spot) di kubah bakar.

Masih ada lanjutan lagi, untuk mengurangi getaran di Thunder bisa memakai busi iridium. Dalam hal ini direkomendasikan merk dan tipe Denso IU24. Setelah menggunakan, torsi terasa turun tapi horspower naik. Buktinya, tarikan putaran bawah agak lemah namun putaran atas lebih menjambak. Maka 3 faktor, yakni oli kental, bensin pertamax, dan busi iridium adalah paduan solusi terbaik. (yy/dari berbagai sumber)

  • Bagikan